Obrolan tentang “Mengabdi”

Standard

Tulisan ini merupakan refleksi dari kegiatan Pra Tugas Dosen UNAIR 2016. Diklat pra tugas yang tidak jauh berbeda dengan diklat pra jabatan PNS berlangsung selama 2 minggu. Kali ini diklat diikuti oleh 23 dosen baru yang masih kinyis-kinyis. he he…

Dalam kegiatan diklat ini selama dua minggu peserta digodok dengan berbagai tema dan bahan diklat. Minggu pertama materi yang diberikan lebih tentang bagaimana menginternalisasikan nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA). Pembicara yang ramah dan cukup kompeten di bidangnya membuat diklat ini menyenangkan. Ternya baru sadar bahwa kegiatan diklat ini memang outputnya menginginkan seorang ASN supaya dalam menjalankan tugasnya khususnya dosen mampu menerapkan nilai ANEKA pada setiap aspek tugas yang dijalankan.

Banyak suka duka dan pengalaman yang bisa didapatkan dengan latihan baris berbaris yang saya ikuti. displin salah satunya…habituasi displin perlu diterapkan supaya bisa terus diterapkan dalam kehidupan sehari hari..

Hal yang paling bisa diambil pelajaran adalah tugas mengabdi. Dimanapun tempat kita berada, kondisi apapun pengabdian adalah kunci.

Berikut adalah beberapa foto yang lebih banyak berbicara daripada kata-kata tentang bagaimana diklat pra tugas aka prajabatan dilakukan

Pencopotan topi dan tanda peserta sebagai tanda slesainya diklat

Foto bersama coach dan mentor setelah slesai seminar RTL

Perayaann setelah diklat selesai

Puisi Untuk Anakku

Standard

Untukmu Anakku

Hari Ini, Sebagian Dunia Mengingat Kelamnya Tragedy
Tapi Tidak Dengan Kami
Angka Yang Sama, Tiga Belas Tahun Kemudian Begitu Berarti
Dini Hari
Engkau Melengkapi “Kami”

Putaran Waktu begitu cepat meluruh
Engkau Ada, Hadir, Mewujud dan Tumbuh
Rasanya Baru Kemarin Engkau Menjadi Bagian dari Tubuh Ibumu
Dua Belas Bulan Sudah Utuh
Kini, Lengkap Sudah Bilangan Satu

Terimakasih Untuk Kebersamaan ini Nak,
Selamat Ulang Tahun Anakkku
Zakwan Akhtar Hadi
Semoga Kebaikan Selalu Melingkupimu
Pilihlan Jalanmu Sendiri
Meski Sepi Namun Bebas Ambisi

11092013

My beloved Son :)

My beloved Son 🙂

Surga Membaca Di Yogyakarta

Standard

“Yogyakarta itu surga-nya buku. Makanya, Budaya membacanya tinggi” ujar salah seorang teman dari luar kota berkomentar. Dalam perjumpaannya beberapa hari lalu, dia membandingkan budaya baca di Yogyakarta yang dianggapnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan budaya baca di kota tempatnya bermukim sekarang. Dari obrolan tersebut, agaknya, pujian itu memang tak salah dialamatkan pada kota ini. Pasalnya, cukup mudah menemukan banyak anak muda yang membaca di berbagai tempat di Kota ini mulai dari perpustakaan, base camp komunitas, angkringan atau sambil menyeruput kopi di berbagai café.
Salah satu indikator surga buku dalam percakapan kami adalah mudahnya mendapatkan buku dengan kualitas dengan harga yang cukup terjangkau. Bahkan, cukup banyak tempat favorit yang harus dikunjungi saat mencari buku di Yogyakarta. Seperti Shooping yang letaknya tak jauh dari Malioboro dan Pasar Beringharjo atau deretan pasar buku di sekitar Sagan. Selain itu ada pula puluhan toko buku yang menawarkan harga diskon setiap harinya. Kini juga cukup banyak toko buku online yang berbasis di Yogyakarta yang makin memanjakan peminat buku. Ratusan sekolah, akademi, universitas yang tersebar di berbagai tempat di Yogyakarta telah menjadi pupuk subur menjamurnya berbagai tempat dan arena bagi pecinta buku.
Selain itu media yang memungkinkan anak-anak muda mengakrabi dunia pustaka juga menjadi pendukung. Di kota gudeg ini, berbagai acara pameran buku, cuci gudang buku, bedah buku, kompetisi menulis, bengkel penulisan kreatif, temu penulis, membanjirnya komunitas literer dan berbagai kegiatan sejenis sangat gampang ditemui. Komunitas ini mengadakan berbagai kegiatan. Mulai diskusi hingga menerbitkan buku. Mereka lantas mencoba mendokumentasikan diskusi dan bacaaan yang menjadi minat anggotanya. Maka kemudian terbitlah antologi puisi, buku sari diskusi, dan buku lainnya yang bisa dinikmati khalayak umum.
Kegiatan yang mendukung tingginya minat baca juga bisa dilihat dari pameran buku yang cukup sering dihelat. Seperti Festival Buku Indonesia 2014 yang diselenggarakan beberapa minggu yang lalu. Event pameran yang terselanggara atas kerjasama BPAD dan IKAPI DIY tak hanya melulu menjual buku. Namun, juga menjadi sarana menumbuhkan minat baca dari semua kalangan. Lantaran dalam acara tersebut terdapat beranekaragam program acara mulai dari bedah buku, wisata buku, diskusi umum, gathering penulis dan komunitas, musik dan seni tradisional, serta aneka lomba yang membangkitkan minat baca mulai dari anak-anak hingga manula.
Kondisi yang kondusif seperti diatas tak ayal membangkitkan minat baca. Perpustakaan juga didesain sedemikian rupa sehingga tak lagi menjadi tempat yang cukup menyeramkan. Jika ke Yogya coba kunjungilah beberapa perpustakaan yang telah berubah wajah. Seperti perpustakaan UGM, perpustakaan kota Yogyakarta yang membuat para pengunjungnya tahan berlama-lama di dalamnya. Selain adem, penataan yang cukup artistic membuat kedua perpustakaan ini tak pernah sepi. Semoga dengan berbagai media dan arena yang memudahkan berinteraksi dengan buku dan dunia literer semakin banyak anak muda semakin gemar membaca. Hingga impian anak muda yang tak hanya bangga menenteng gadget tetapi juga semakin percaya diri membawa buku kemana-mana terlihat di depan mata.

Jalan Jalan Ke Negeri Merlion

Standard

Saya berkesepatan lagi jalan jalan ke negeri Singa.epatnya pertengahan tahun Lalu. pertengahan 2011 tepatnya. Tepatnya Negeri tetangga yaitu Singapura. Saya bersama teman teman berbagai negera. Mereka dari Indonesia, Vietnam, Myanmar dan sebagainya. Saat itu saya sedang mengikuti workshop peliputan media tentang operasi terbaru retina di salah satu Rumah sakit terkenal di Singapura. Setelah selesai workshop, saya bersama dua teman dari Indonesia jalan jalan menjelajahi Singapura. Dan inilah hasil jepretannnya

Makan bersama teman teman berbagai negara. Tebak aku yang mana???

Image

Berbagai Gedung Di Singapura

Image

Ini salah satu gedung lagi di Singapura…namanya lupa

Image

Salah satu hotel terkenal di Singapura. tempatnya dekat sama Asian Civilization Museum

Image

Bnagunan Unik lainnya di Singapura. Meski sudah berumur ratusan tahun tapi tetap lestari

Image

Bangunan Tua yang juga keren

Image

Tempat yang lain yang suka saya kunjungi adalah museum. setidaknya ada 3 museum yang saya kunjungi yaitu Asian Museum Civilization, Singapore Art Museum dan satunya saya lupa

Image

Hal hal unik di Singapura

Image

 

Image

Dan inilah bandara Changi yang bersih dan rapi

Image

Image

Dan…akhirnya saya berterimakasih sama mas andre dari Jakarta Post. Wajahnya banyak yang nampang difoto yang saya upload. Semoga setiap tahun bisa keluar negeri lagi. kemanapun, dimanapun dalam acara apapun. Amin

 

 

Pulau Tidung Nan Biru…

Standard

Akhir desember tahun lalu, tepatnya desember tahun 2011 lalu saya berkesempatan pergi ke Pulau tidung salah satu pulau di kepulauan seribu Jakarta. Gak nyangka, Jakarta punya obyek wisata yang masih sangat alamiah. Padahal, biasanya kan imagenya Jakarta Kumuh, Macet mahal dan hal yang menyebalkan lannya. Mungkin, karena Pulau tidung merupakan pulau sendiri dan Jauh dari kota sehingga masih cukup terjaga keasriannya. he he

Perjalanan saya kepulau tidung juga memang tiba tiba. alias tak terencanakan. kebetulan pekerjaan baru saya tidak menuntut saya berada dilapangan setiap harinya, sehingga saya bisa sangat leluasa mengakses internet di kantor untuk surving berbagai informasi wisata dan tempat wisata di berbagai daerah. Kebetulan secara letak, akses jalan, transportasi tidak terlalu jauh dan gampang dijangkau. akhirnya saya berniat utuk segera pergi kesana

Saya lupa tanggal berapa tepatnya, yang pasti di hari sabtu minggu bulan Desember. Karena kami adalah backpaker sejati, selalu gak rela ngluarin uang banyak banyak buat berlibur walhasil sebelum pergi saya sudah membuat daftar dan list pengeluaran. setelah browsing sana sini, saya putuskan naik kereta ekonomi ke Jakarta yang saya beli kamis hari sebelumnya. Saya langsung membeli pulang pergi takut gak dapat tiket balik. Catatatan: Inilah salah satu yang saya tidak suka kalau brpergian ke Jakarta. Lha gimana gak sebel,setiap saya punya waktu khususnya weekend selalu saja tiket mahal sekali. disamping itu harus rela antri dapat tiket.

Walhasil saya membeli empat tiket pulang pergi. saya dari Jogja berdua sama teman kos terdahulu. Awalnya dia gak mau ikut, dia bilang takut ini, takut itu, lagi sakit dan macam macam. tapi, karena akhirnya saya provokasi akhirnya mau. berangkatlah saya ke Jakarta turun pasar senen. Disana saya sudah siap dijemput satu sahabat tercinta. Namanyayuni. Anak, pertanian UGM. Seneng banget…ON TIME lagi jemputnya. pas jam 3 subuh dini hari.

Setelah sholat, akhirnya kami naik metromini kemuara angke. Tapi, lupa nama angkotnya. sesampainya disana, masih sepi, kami cukup ketakutan kalau gak dapat kapal kesana. tapi menjelang matahari muncul ternyata puluhan orang yang kebanyakan ikut travel bejibun. walhasil rame banget muara angke. ha ha..oia, sebelumnya dari angkot kami harus jalan untukmenuju tempat penjual karcis. weleh weleh..banyak ikan segar beranekarupa. sumpah pengen beli. tapi, mau gimana lagi. gimana masaknya…yang kuingat jalan didepan ikan segar yang menggugah mata itu becek kayak adonan bubur sehingga kaki kami kayak ketela kena lelehan coklat wakakak….

sambil menunggu berangkatnya kapal dan loket dibuka kami istirahat, shalat, beli perlengkapan, obat obatan, makanan dan minuman. Ini, akhirnya kami berangkat naik kabal menyeberang menuju pulau Tidung dengan puluhan orang. Bule juga banyak yang ikut

Perjalanan sendiri memakan sekitar 3 jam. Nah, disepanjang jalan menuju Pulau Tidung kita disuguhi hamparan luasnya. laut yang biru dan cukup bersih. Kemudian, kita juga bisa menikmati pula beberapa pulau yang dilewati. seperti pulau pramuka, Pulau Onrust dan sebagainya.

Pukul 8 pagi, kita nyampe..trus lanjut deh keobyek wisata. Ynag paling keren adalah Jembatan Cinta yang bisa digunakan untuk menyeberang ke pulau lain. aku lupa namanya. Disana juga ada jembatan kayu panjang yang asyik buat foto dan jalan jalan. Oia, gak perlu jalan kaki lho. disana ada sepeda yang disewakan. Murah meriah. semurah tempat tinggal yang bisa diisi semau kita. Jadi, selamat menikmati Pulau Tidung. Liburan murah meriah yang menyenangkan 🙂

Ini saya Postkan Foto foto Tidung Yang Manis dan Biru.

Pulau Tidung Yang Biru

Imagenih gambar waktu subuh subuh dimuara angkae

Image

Suasana Kapal Menuju Tidung

Image

Angkuhnya Jakarta

Image

Birunya Pulau Tidung

Image

Tidung..Tidung

Image

Image

Caption: Beningnya Laut Tidung. Sambil maen Canyo

Ini Nih Laut Pulau Tidung Yang Bersih. Bisa langsung lihat bulu babi saking jernihnya air

Image

Kapal Yang Mengantarkan kami kembali ke Jakarta

Image

 

Salah Satu Sekolah Di Pulau Tidung

Image

Batik Apik Pekalongan

Standard

Teman teman ternyata jenis batik dan motifnya cukup banyak. kira kira lebih dari seribu motif batik yang tersebar di Indonesia. Nah, kebetulan saya berkesempatan untuk melihat langsung beberapa motif batik pekalongan. Kebetulan batik apik pekalongan ini jadi jualan Online shop saya dengan harga yang cukup terjangkau sekitar 70 ribu sampai 100 ribu. Batik pekalongan ini berupa kain kayak jarik yang bisa dijahit untuk menjadi gaun, pakaian, blouse, rok dan sebagainya. Untuk bahannya sendiri adalah katun. dengan panjang 2 meter lebar 1,2 meter. kalau ada yang berminat silahkan dikomentari. sekalian ngeblog sekalian jualan.he he. Tapi, nama batiknya gak sesuai dengan pakem lho ya..ini, nama motif batiknya nama yang saya kasih sendiri untuk memudahkan membuat katalog. he he..jadi, kalau gak ada yang sesuai dengan pake..aye minta maaf

Berikut ini beberapa motif batiknya

1. Batik Pekalongan Motif Burung Merak

2. Batik Pekalongan Motif Bunga Kecubung

3. Batik Pekalongan Motif Kupu Kupu

4. Batik Pekalongan Motif Ranting

5. Batik Pekalongan Motif Pekalongan

Sementara ini, segitu dulu yang diupload. sebenarnya saya masih punya banyak banget gambar motif batik OL saya..semoga bermanfaat 🙂